Sabtu, 25 Desember 2010

7 Faktor Mengapa Rupiah Mudah Diguncang



Rupiah
JAKARTA - Rupiah dianggap sebagai mata uang yang tidak stabil. Di saat semua mata uang di Asia mengalami penguatan terhadap dolar Amerika, Rupiah masih tetap turun.

"Paling tidak, ada tujuh faktor yang membuat rupiah mudah diguncang oleh pasar finansial," kata Pengamat Ekonomi Farial Anwar, saat seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2011, di Hotel Century Atlet, Senayan, Jakarta, Kamis (23/12/2010).

Faktor pertama, adalah rezim devisa bebas. Dengan kebijakan ini dana asing mudah untuk keluar masuk. "Ini yang perlu kita usulkan untuk dievaluasi, karena asing dengan mudahnya keluar masuk," ungkapnya.

Kedua, kurangnya kebijakan terhadap nilai tukar membuat sistem nilai tukar yang mengambang bebas. Ketiga, pasar yang tipis dan tidak likuid, mudah terguncang, sehingga akhirnya didominasi oleh Bank Asing.

Keempat, pinjaman valas yang relatif besar dan tidak di-hedging, tidak berkembangnya pasar derivatif dan masih besarnya ketergantungan terhadap dolar Amerika masih sangat besar.

"Sementara untuk faktor yang mengguncang rupiah pada 2008-2009 adalah karena krisis likuiditas di AS atau meningkatnya kebutuhan likuiditas dolar Amerika," jelasnya.

Kelima, keluarnya hot money dianggap sebagai faktor yang penting dalam penurunan rupiah. "Penjualan saham, surat utang yang keluar dari SBI, rupiah yang ditukar dengan dolar Amerika. Ini yang membuat nilai tukar rupiah jatuh," paparnya.

Keenam, masih adanya anggapan bila dolar Amerika sebagai safe haven currency. Ketujuh, flight to quality-investor yang lebih memilih memegang dolar Amerika, emas, dan US Treasury.

0 komentar: