Sabtu, 13 November 2010

Yuk Jalan-jalan Ke Singapura dan Mengenal Arsitektur Singapura


bulding, market and merlion:






Armenia Church:



Mahakarya Coleman


Dibangun pada tahun 1835, Armenian Church di Hill Street ini adalah gereja Kristen tertua di Singapura. Dirancang oleh arsitek Irlandia George Coleman, gereja ini dianggap sebagai mahakarya Coleman dan didedikasikan bagi St Gregory Sang Penerang, rahib Armenia pertama.


Capella Singapore:



Sebuah Nirwana di Pulau

Dia atas lahan hijau yang subur seluas lebih dari 12 hektar, Capella Singapore adalah properti andalan Capella Hotels and Resorts di Asia. Dirancang oleh arsitek Inggris kenamaan Norman Foster dari Foster + Partners, Capella Singapore dibangun dalam bentuk angka delapan, angka keberuntungan dalam budaya China.


Chijmes:



Sebuah Ruang yang Sakral


CHIJMES (dibaca “chaims” dalam bahasa Indonesia) merupakan singkatan dari Convent of the Holy Infant Jesus, sebuah gedung bergaya Neo-Klasik yang menjadi salah satu lokasi bersantap dan hiburan paling estetik di Singapura.

Chinese Garden:



Harmoni dengan alam di Chinese Garden


Dengan penataan dan arsitektur bergaya kekaisaran China utara, taman ini didesain oleh seorang arsitek Taiwan terkenal, Yuen-Chen Yu.

Dalhousie Obelisk:



Kenangan dari Dunia Perdagangan Masa Lalu

Dalhousie Obelisk terletak di kawasan pemerintahan Civic District Singapura dan dibangun untuk menghormati kunjungan kedua Marquis of Dalhousie di bulan Februari 1850. Tugu memorial ini juga berfungsi sebagai pengingat bagi semua pedagang akan manfaat dari perdagangan bebas.


Empress Place Building:



Sebelum Asian Civilisations Museum


Ikuti sebuah tur kolonial mengelilingi Singapura dan Anda akan tiba di Empress Place Building, yang sekarang menjadi bagian dari Asian Civilisations Museum. Didirikan di tahun 1865, tempat ini menjadi gedung pengadilan selama 10 tahun dan menjadi tempat pendaftaran kelahiran dan kematian, dan lalu menjadi Departemen Imigrasi.


Esplanade – Theatres on the Bay:




Episentrum Dunia Seni


Cakrawala kota Singapura yang ternama telah mengalami banyak perubahan selama beberapa dasawarsa terakhir, namun tak ada yang sedramatis atau sekontroversial munculnya kompleks Esplanade, yang secara resmi dibuka di tahun 2002.


Gallery Hotel:



Desain Hotel Non Konvensional


Sering diulas dalam buku-buku referensi sebagai salah satu hotel paling trendi dan ‘hip’ di Singapura, Gallery Hotel memiliki arsitektur post-modern yang flamboyan. Desainnya adalah buah dari kolaborasi antara dua firma arsitektur lokal, William Lim Associates dan Tangguanbee Architects.


Goodwood Park Hotel:


Hotel Indah yang Menawan


Pertama didirikan di abad ke 19 sebagai Teutonia Club untuk para ekspatriat Jerman di Singapura, Goodwood Park Hotel adalah tempat yang terkenal atas arsitektur kolonialnya. Berlokasi di sepanjang kawasan belanja Scotts Road, klub ini baru diubah menjadi hotel di tahun 1929.


Haw Par Villa:




Perjalanan ke Timur



Haw Par Villa merupakan tempat yang sangat unik di dunia, dengan lebih dari 1.000 patung dan 150 diorama yang menggambarkan legenda dan kisah rakyat China.

Jamae Mosque:



Masjid-masjid di Chinatown

Dibangun pada tahun 1826, Jamae Chulia Mosque adalah masjid pertama dari tiga masjid di Chinatown yang didirikan oleh kaum Chulia, yang merupakan Muslim Tamil dari pantai Coromandel di India Selatan. Bersama dengan tetangganya, Sri Mariamman Temple, masjid ini sangat menonjol di lokasinya yang kebanyakan dihuni oleh etnis China.


Lau Pa Sat:



Bersantap di Tepi Jalan




Dahulu disebut Telok Ayer Market, Lau Pa Sat Festival Market merupakan hamparan kedai-kedai makanan yang menjual aneka hidangan lezat setempat seperti sate dan hidangan laut bakar. Pertama kali dibuka di tahun 1825



Mica Building:




Gurat paduan warna di Fort Canning Hill



MICA building dengan 911 jendelanya yang bercat aneka warna seperti hijau, merah, kuning dan biru, pastilah menarik mata Anda saat menelusuri jalur jalan kaki di Civic District.


New Majestic Hotel:



Chic dan Mewah


New Majestic Hotel memadukan kemewahan dengan estetika desain kontemporer, menampilkan suatu perkimpoian furnitur lama dan baru dalam lobinya yang berkonsep terbuka lengkap dengan karya-karya desainer dan furnitur dari masa tahun 1920-an sampai 1960-an.

Old Parliament House / The Arts House:



Gedung Pemerintahan Tertua di Singapura


Old Parliament House merupakan gedung pemerintahan pertama di Singapura yang dirancang sebagai sebuah pusat seni dari berbagai disiplin. Gedung berupa rumah megah bergaya Victoria dan dikelilingi pagar putih ini dirancang dan dibangun oleh arsitek ternama Singapura di masa kolonial, George Drumgould Coleman yang berasal dari Irlandia di tahun 1827.

Parkview Square:




‘Gotham City’ Singapura

Terinspirasi oleh gedung Chanin Building New York di tahun 1929, Parkview Square dirancang dalam gaya Art-Deco, dan eksteriornya merupakan paduan megah dari granit, lacquer, perunggu dan kaca.

People of the River:


Adegan dari Masa Lampau


Di seputar tepi Singapore River, Anda bisa melihat patung-patung yang masing-masing menggambarkan adegan dari masa yang telah silam.


Raffles Hotel:




Mendapat namanya dari pendiri Singapura, Sir Stamford Raffles, dan dahulu merupakan tempat tinggal seorang pedagang Arab, Mohammed Alsagoff, gedung ini kemudian menjadi bagian dari usaha perumahan kolonial milik Sarkies bersaudara yang ternama.


Kuil Sri Mariamman Temple:




Kuil Hindu tertua di Singapura


Sebagai kuil yang dirancang dalam gaya Dravidia sejati, Sri Mariammam Temple pertama kali dibangun dengan struktur kayu di tahun 1827, sebelum diganti dengan bangunan dari batu bata di tahun 1843.


Kuil Veeramakaliamman Temple:



Spirit India Selatan



Di jantung Little India di Serangoon Road, kuil Sri Veeramakaliamman Temple didedikasikan bagi Dewi Kekuatan Hindu yang garang, Kali. Patung dirinya yang berwarna gelap – seringkali digambarkan dengan banyak tangan yang masing-masing membawa senjata – tergambar di dinding mandapan atau ruang pemujaan.


St Andrew's Cathedral:





Gereja Anglikan Pertama di Singapura


Berlokasi di Civic District, gereja St Andrew’s Cathedral ini merupakan Gereja Anglikan yang pertama dan terbesar di Singapura. Dirancang oleh Kolonel Ronald McPherson dengan gaya Neo-Gothik, St Andrew’s Cathedral yang saat ini berdiri ini dibangun di tahun 1857


Sultan Mosque:




Mesjid terdahulu di lokasi yang sama didirikan di tahun 1825 dengan sumbangan S$3000 dari East India Company. Seabad kemudian di tahun 1928, Denis Santry, mebangun ulang masjid ini



Thian Hock Kheng Temple:



Kuil Para Pelaut



Di tempat seperti Singapura, di mana para imigran China pertama kali datang dengan perahu, pastilah terdapat kuil yang dikhususkan bagi Mazu, sang Dewi Laut. Thian Hock Keng Temple didirikan pada tahun 1821 oleh para pelaut yang berterima kasih karena telah berhasil mengarungi laut dengan selamat. Didirikan di tempat yang dahulu merupakan tepi laut, sebelum area tersebut direklamasi.


Wangz Hotel:



Tempat Menyepi di Perkotaan


Wangz Hotel yang bergaya futuristik ini berlokasi di jantung kota lama Tiong Bahru, menjadi istimewa berkat gaya arsitektur Art Deco yang dimilikinya. Berhiaskan jendela-jendela aluminium yang ditaruh asimetris, bangunan ini dirancang dengan memerhatikan lingkungan, dan menjaga suhu tetap dingin dengan memantulkan panas.

0 komentar: